Cymbopogon citratus (DC.) Stapf SERAI DAPUR

Posted: April 13, 2010 in Uncategorized

DESKRIPSI

Cymbopogon citratus (DC.) Stapf

Serai Dapur

Habitus serai dapur (Cymbopogon citratus) berupa tanaman tahunan (parennial) yang hidup secara meliar dan stolonifera (berbatang semu) yang membentuk rumpun tebal dengan tinggi hingga mencapai 1 – 2 meter, serta mempunyai aroma yang kuat dan wangi. Sistem perakaran tanaman sereh memiliki akar yang besar. Morfologi akarnya merupakan jenis akar serabut yang berimpang pendek dan akarnya berwarna coklat muda (Sastrapradja, 1978).

Batang tanaman sereh bergerombol dan berumbi, serta lunak dan berongga. Isi batangnya merupakan pelepah umbi untuk pucuk dan berwarna putih kekuningan. Tanaman sereh memiliki batang yang berwarna putih, namun ada juga yang berwarna putih keunguan atau kemerahan. Selain itu, batang tanaman sereh juga bersifat kaku dan mudah patah. Batang tanaman ini tumbuh tegak lurus di atas tanah atau condong, membentuk rumpun, pendek, masif, dan bulat (silindris) (Poerwanto, 2010).

Morfologi daun tanaman serai berwarna hijau dan tidak bertangkai. Daunnya kesat, panjang, dan runcing, hampir menyerupai daun ilalang. Selain itu, daun tanaman ini memiliki bentuk seperti pita yang makin ke ujung makin runcing, berbau jeruk limau ketika daunnya diremas, berwarna hijau kebiru-biruan. Daunnya juga memiliki tepi yang kasar dan tajam dan lokos, namun halus pada kedua permukaannya. Berdaun tunggal, lengkap, berpelepah daun silindris, gundul, seringkali bagian permukaan dalam berwarna merah, ujung berlidah (ligula). Tulang daun tanaman sereh tersusun sejajar. Letak daun pada batang tersebar. Panjang daunnya sekitar 50-100 cm, sedangkan lebarnya kira-kira 2 cm. Daging daun tipis, serta pada permukaan dan bagian bawah daunnya berbulu halus. Helainnya lebih dari separuh menggantung (C.A. Backer, et al., 1965).

Susunan bunganya malai atau bulir majemuk, bertangkai atau duduk, memiliki daun pelindung yang nyata, biasanya berwarna sama, umumnya putih. Daun pelindung dapat bermetamorfosis menjadi gluma steril dan fertil (pendukung bunga). Kelopak dapat bermetamorfosis menjadi bagian palea (2 unit) dan lemma atau sekam (1 unit). Sedangkan untuk mahkota dapat bermetamorfosis menjadi 2 kelenjar lodicula, berfungsi untuk membuka bunga di pagi hari. Benang sari sereh dapur berjumlah 3-6, membuka secara memanjang. Putik serai dapur kepala putik sepasang berbentuk bulu, dengan percabangan berbentuk jambul. Buahnya berbentuk buah padi, memanjang, pipih dorso ventral, embrio separo bagian biji. Waktu berbunga Januari – Desember. Namun, tanaman serai jenis ini jarang sekali memiliki bunga. Cymbopogon citratus sangat jarang berbunga sehingga juga sangat jarang menghasilkan buah, bahkan biji. Karena sangat jarang berbunga dan menghasilkan biji maka tanaman ini pada umumnya bereproduksi dengan akar, tidak dengan biji (Anonim, 2010).

Habitat tumbuh pada daerah dengan ketinggian 50 – 2700 M dpl. Tanam pada berbagai kondisi tanah di daerah tropika yang lembab, cukup sinar matahari dan dengan curah hujan yang relatif tinggi. Wilayah Indonesia banyak terdapat di Jawa, ditepi jalan atau dipersawahan. Serai dapur memerlukan iklim yang panas degan cahaya matahari yang banyak dan curah hujan yang cukup. Tidak memerlukan tanah yang subur. Tanah yang berat dan subur, hasil daunnya tinggi, tetapi kadar minyaknya agak rendah (Dalimartha, 1999).

MANFAAT DAN INFORMASI LAIN

(Cymbopogon citratus (DC.) Stapf)

MANFAAT

Menurut Anonim (2010), manfaat tanaman sereh dapur adalah:

1. Daun

ü  Mencuci bau hanyir pada daging

ü  Daun serai yang dibalut dengan besi atau batu panas digunakan untuk tuaman dan bertungku pada kawasan urat saraf yang lemah, penyakit bisa otot-otot, sendi, mengecutkan rahim yang bengkak, memecahkan lendir, darah dan angin.

ü  Daun serai dan jintan hitam digiling untuk di jadikan ‘paste’ untuk ditempel di dahi untuk melegakan sakit kepala. Campuran pada rempah ratus untuk di jadikan ‘paste’ bagi merawat bengkak-bengkak sendi dan otot.

ü  Air rebusan daun serai digunakan untuk air mandian

ü  Sebagai peluruh angin perut, penambah nafsu makan, pengobatan pasca persalinan, penurun panas dan pereda kejang.

2. Akar dan batang

ü Membantu mengobati masalah sakit perut dan memecahkan gumpalan angin serta melepaskan angin melalui dubur (kentut) dan mulut (sendawa).

ü Dapat membantu mengimbangkan kestabilan hormon.

ü Menambah aroma hidangan serta membantu meringankan keadaan keracunan pemakanan.

ü Campuran dengan rempah ratus mempunyai khasiat untuk kesehatan dalam tubuh

ü Membantu melawaskan dan melancarkan pembuangan air kecil

3. Minyak Serai

ü       Kosmetik (Minyak wangi dan sampo)

ü       Obat (Minyak angin, pencegah nyamuk, dan gigitan bisa)

PENDAHULUAN

Serai dapur merupakan salah satu jenis rumput – rumputan yang sudah sejak lama dibudidayakan di Indonesia. Karenanya, jenis ini mempunyai banyak nama daerah, diantaranya ialah sereh, sere, sere gulai, sere sayur, serai dapur dan sebagainya. Nama ilmiahnya ialah Cymbopogon citratus (Sastrapradja, 1978).  Kemungkinan Malaysia dan Sri Langka merupakan tempat asal jenis tanaman ini. Jenis ini telah tersebar di daerah-daerah tropik lainnya dan ditanam untuk minyaknya, terutama di negara-negara Guatemala, Brazil, Hindia Barat, Indo Cina, Kongo, Republik Malagasy dan Tanzania. Setahun 1 hektar tanah dapat menghasilkan rata-rata 30 ton, daun sereh yang dapat disuling untuk diambil minyak serehnya sebanyak 45 – 80 kg (Anonim, 2010).

Tanaman sereh dapat ditanam di pekarangan rumah atau di tegalan. Perawatan hampir tidak diperlukan. Tanaman ini dapat dipanen setelah berumur 4 – 8 bulan. Panen dapat dilakukan dengan cara memotong rumpun dekat tanah, setiap 3 – 4 bulan sampai tanaman berumur 4 tahun. Tumbuh di dataran rendah pada ketinggian 60 – 140 M dpl.

Perbanyakan dapat diperbanyak dengan dilakukan bila tinggi tanaman telah mencapai 1 – 1,5 meter. Pemotongan pertama dilakukan pada umur 6 – 9 bulan. Pemanenan selanjutnya dilakukan selang 3 – 4 bulan (Sastrapradja, 1978).

INFORMASI LAIN

Sereh dapur memiliki aroma khas lemon. Biang keladi aroma tersebut adalah sebuah senyawa bergugus fungsi aldehid, yakni sitral sebagai senyawa utama minyak. Komposisi daun sereh dapur yaitu 0,4% minyak atsiri dengan komponen yang terdiri dari sitral, sitronelol (66-85%), (a-pinen, kamfen, sabinen, mirsen, ß-felandren, p-simen, limonen, cis-osimen, terpinol, sitronelal, borneol, a-terpineol, geraniol, farnesol, metil heptenon, n-desialdehida, dipenten, metil heptenon, bornilasetat, geranilformat, terpinil asetat, sitronelil asetat, geranil asetat, ß-elemen, ß-kariofilen, ß-bergamoten, trans-metilisoeugenol, ß-kadinen, elemol, kariofilen oksida. Pada penelitian lain pada daun ditemukan minyak atsiri 1% dengan komponen utama (+) sitronelol, geranial (lebih kurang 35% dan 20%), disamping itu terdapat pula geranil butirat, sitral, limonen, eugenol, dan metileugenol. Sitronelol hasil isolasi dari minyak atsiri sereh terdiri dari sepasang enansiomer (R)-sitronelal dan (S) sitronelal. Serai mengandungi kandungan sitral sebanyak lebih kurang 65% hingga 85% (Guenter, 1948).

Perkembangbiakan dilakukan dengan sistem bonggol akar pada batang semu (stool). Batang semu yang telah dewasa (minimal terdiri 10 pelepah daun) digunakan sebagai bibit. Satu rumpun sereh dapur yang telah dewasa yang berumur lebih dari 1 tahun dapat menghasilkan bibit di atas 50 batang (Mansur, 1992).

KLASIFIKASI

Menurut Muhlisah (1999), Cymbopogon citratus (DC.) Stapf diklasifikasikan sebagai berikut :

kingdom / Kerajaan                 : Plantae (Tumbuhan)

Sub-Kingdom                                     : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisio                          : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisio / Divisi                        : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Classis / Kelas                         : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Sub-Classis / Anak kelas         : Commelinidae

Ordo / Bangsa                         : Poales

Familia / Famili                       : Poaceae (suku rumput-rumputan)

Genus / Marga                         : Cymbopogon

Species / Jenis                         : Cymbopogon citratus (DC.) Stapf

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Cymbopogon citratus (DC.) Stapf

http://toiusd.multiply.com/journal/item/72/Cymbopogon_citratus

diakses pada tanggal 10 maret 2010

C. A. Backer, D. Sc. And R. C. Backhuizen VandenbrinkJr, Ph.D. 1965. Flora Of Java: Vol. III. Netherland: The Auspices Of The Rijksherbarium

Dalimartha, Setiawan. 1999. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Ungaran : Trubus Agriwidya

Guenter, Ernest, 1948. The Essential Oil Vol. 4 (Minyak Atsiri, terjemahan Ketaren, pokok bahasan Sereh Dapur). UI Press,Jakarta

Mansur, M, IM Tasma, OU Suryana, 1992, Sereh Dapur. Edisi Khusus Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Vol. VIII No. 2, Balitro,Bogor

Muhlisah, Fauziah. 1999. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar Swadaya.

Poerwanto, Adi. 2009. Tanaman Sereh Solusi Penghangat Tubuh dan Batuk.

http://www.onecenti.co.cc/tanaman-sereh-solusi-penghangat-tubuh-dan-batuk/ Diakses tanggal 10 maret 2010

Sastrapradja, S., dkk. 1978. Tanaman Industri. LIPI. Indonesia

Comments
  1. ary says:

    asslm. salam kenal, saya ary, mahasiswa IPB. saya sedang mengerjakan tugas akhir, butuh bantuan dalam melengkapi literatur dari tulisan saya tentang sereh dapur. bisa kah memberikan link dari sumber-sumber pustakaka di atas.

    • megaspace007 says:

      untuk literatur tentang sereh, saya mendapatkan dari buku LIPI.
      tentang tanaman obat di Indonesia.
      ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s